Terjadi Kebuntuan, Musda 11 DPD II Golkar Pidie Ditunda Hingga Akhir September

Oleh ,
Terjadi Kebuntuan, Musda 11 DPD II Golkar Pidie Ditunda Hingga Akhir September
Suasana Musda 11 DPD II Golkar Pidie sempat memanas. | Foto: Ist

KBA.ONE, Pidie - Musyawarah Daerah (Musda) ke 11 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Pidie, mengalami kebuntuan dan diskors lantaran adanya surat rekomemdasi peserta Musda mendukung dua calon ketua sekaligus.

Proses Musda ke 11 DPD Golkar Pidie yang berlangsung di aula Wisma Safira Sigli, Rabu 26 Agustus 2020, sempat memanas, setelah sejumlah peserta Musda melakukan interupsi kepada pimpinan sidang yang dipimpin Khalid karena tidak setuju penghentian yang dinilai sepihak.

Meski suasana sempat memanas sesaat. Namun setelah mendapat penjelasan dari pimpinan sidang, seluruh peserta Musda dan dua calon ketua Muhammad Junaidi dan T.Saifullah pun menerima.

Informasi yang dihimpun KBA.ONE, penundaan pemilihan ketua DPD II Golkar Pidie disebut-sebut adanya ketidakrapian administrasi. Setelah dilakukan verifikasi oleh Sering Comite, ditemukan adanya dualisme surat rekomendasi dukungan kepada calon ketua.

Untuk maju sebagai calon ketua DPD II Golkar Pidie, disyaratkan paling tidak masing-masing calon ketua harus memiliki 30 persen dukungan dari 29 peserta pemilih, yakni 23 pengurus kecamatan, yaitu dari organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, DPD II, m DPD I, organisasi sayap partai, masing-masing satu peserta dan satu Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, T.M.Nurlif.

Usai prosesi empat tahunan partai berlambang pohon bering itu, Nurlif, mengatakan diskornya Musda 11 DPD II Golkar Pidie lantaran perlu dilakukannya perapian administrasi.

"Karena perlu adanya proses merapikan administrasi, makanya Musda diskor untuk sementara dan dilanjutkan nanti pada akhir September," ujarnya.

Lanjutnya, proses Musda tidak hanya sebagai pemilihan ketua saja, tapi yang terpenting adalah laporan pertangungjawaban ketua demisioner dan pandangan umum sesuai dengan mekanisme.

"Laporan pertanggungjawaban dan pandangan umum sudah bagus dan tidak ada masalah," ungkapnya.***

Komentar

Loading...