Terlibat Narkotika, 24 Tentara Diproses di Otmil 1-01 Banda Aceh

Terlibat Narkotika, 24 Tentara Diproses di Otmil 1-01 Banda Aceh
Barang bukti narkotika berupa sabu dan ganja yang akan dimusnahkan Otmil 1-01 Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Ayu

KBA.ONE, Banda Aceh – Sebanyak 24 anggota TNI Bintara dan Tamtama wilayah hukum oditurat militer 1-01 Banda Aceh diproses terkait dengan kasus narkotika.

Hal tersebut disampaikan Oditur Jenderal TNI, Marskal Muda TNI, Sujono, saat pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja di lapangan Jasdam IM, Neusu Jaya, Banda Aceh, Rabu 10 Maret 2021.

Sujono menyebutkan atas kasus ini, pihaknya memusnahkan barang bukti dari 22 perkara sejak April 2020 – Februari 2021, yaitu 13,6 kilogram (kg) narkotika jenis sabu, 158 kg ditambah 12,9 gram ganja. Kemudian, sebanyak 24 unit alat hisap sabu (bong) juga ikut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Selain itu, Sujono menyampaikan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan perintah undang-undang, agar terhindar dari adanya penyalahgunaan maupun kehilangan atau kerusakan barang bukti.

Menurutnya, narkoba dapat merusak mental dan moral prajurit, sehingga nantinya akan merugikan pribadi, keluarga dan institusi TNI. “Setiap prajurit harus menghindari narkoba, karena sanksi hukumnya tegas dan jelas yaitu pemecatan dari dinas keprajuritan. Oleh karena itu, para komandan satuan bertanggung jawab membina, jangan sampai ada anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Ia mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi bersama TNI dan Polri dalam membasmi peredaran narkoba di Aceh. Kata dia, apabila mengetahui keberadaan narkoba, agar segera menginformasikan kepada pihak TNI atau Polri guna menciptakan kondisi aman di lingkungan masyarakat Aceh.

“Hal ini sejalan dengan tekad kita semua untuk membangun Aceh yang damai, bangkit dan maju dalam bingkai NKRI,” ungkap Sujono.

Untuk diketahui, saat pemusnahan tersebut pihaknya juga menghadirkan tiga pelaku yang ditangkap melalui kerja sama pihak Badan Narkotika Nasional (BNN), penyidik militer, kepolisian, dan masyarakat pada akhir Desember 2020.*** | AYU, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...