Tidak Ada Sosialisasi, Masyarakat Pertanyakan TPA di Kecamatan Celala

Tidak Ada Sosialisasi, Masyarakat Pertanyakan TPA di Kecamatan Celala
Ilustrasi |Foto: Republika.co.id

KBA.ONE, Takengon - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Aceh Tengah terus menuai polemik di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang beredar, dinas terkait belum melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Namun diketahui, pihak dinas telah menunjuk satu lokasi di Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.

Salah satu warga Kecamatan Celala, Rabu 29 April 2020, mengatakan bagaimana mungkin masyarakat mau menerima “daerahnya” dijadikan tempat pembuangan sampah, kalau tidak disosialisasikan terlebih dahulu oleh Dinas Kebersihan dan lingkungan hidup.

“Kami bukan menolak keras terkait dengan TPA yang dimaksud. Namun begitu jelaskan pada kami bagaimana proses sampah itu jika sampai dilapangan atau lokasi. Apakah sekedar dibuang begitu saja tanpa diolah atau bagaimana?,” tanya warga yang namanya enggan disebutkan.

Camat Celala, Yusri Johan. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

Sejauh ini masyarakat belum tau betul bagaimana proses TPA itu nantinya. Saat ini mereka hanya berpikir sampah itu akan mengeluarkan bau busuk terlebih di dekat pemukiman warga.

Pantauan KBA.ONE di lapangan, saat ini sebanyak 17 kepala desa yang ada di Kecamatan Celala menolak daerahnya dijadikan tempat pembuangan sampah.

Sementara itu Camat Celala, Yusri Johan menyebut, lokasi yang akan menjadi TPA jauhnya tujuh kilometer dari pemukiman warga. “Sejauh ini masyarakat bukan menolak tapi membutuhkan sosialiasi," katanya.

Akibat kurangnya sosialisasi, sehingga masyarakat di daerah itu perpendapat lain terkait TPA. “Apakah di daur ulang, atau dijadikan pupuk. Masyarakat butuh keterangan yang lebih jelas sebenarnya,” tutup Yusri. | Karmiadi, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...