Tidak Pakai Masker di Banda Aceh, Denda Rp100-500 Ribu

Tidak Pakai Masker di Banda Aceh, Denda Rp100-500 Ribu
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman | Foto: KBA.ONE

KBA.ONE, Banda Aceh - Mulai hari ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menerapkan sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan (prokes) berupa denda Rp100-500 ribu, hingga membersihkan fasilitas umum, dan tempat ibadah.

"Bagi perorangan di denda Rp100 ribu hingga membersihkan fasilitas umum dan tempat ibadah selama dua jam," kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Selasa 15 September 2020.

Kemudian, lanjutnya, bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat dan fasilitas umum akan dikenai denda administrasi sebesar Rp250 ribu untuk usaha kecil dan Rp500 untuk usaha menengah dan besar.

"Jika masih melanggar, sanksi lebih berat bisa dihentikan sementara operasional hingga pencabutan izin usaha," tegas Aminullah.

Sebelumnya, dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 51 mengatur soal sanksi bagi para pelanggar Prokes 4M, seperti, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Sementara itu untuk sanksi adat, dilaksanakan oleh pemerintah gampong berupa mengaji atau menghafal surat pendek, mengumandangkan azan di tempat ibadah selama seminggu (untuk laki-laki), dan mengikuti pengajian di gampong selama empat hari berturut-turut, bagi non muslim menyesuaikan.

"Sudah waktunya kita operasi. Razia dan penindakan mulai diterapkan sore ini. Sebelumnya pada pagi harinya sudah digelar apel dan pembekalan untuk petugas," tutur Aminullah.

Ia menyampaikan, mengenai petugas yang turun ke lapangan, terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja/Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH, Polisi, TNI, serta sejumlah unsur dinas terkait. Start dari Masjid Raya Baiturrahman dan tempat-tempat keramaian lainnya termasuk warkop.

"Saat razia, sanksi langsung diterapkan di tempat. Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, demi keselamatan kita bersama," tambahnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banda Aceh, Bachtiar mengatakan, razia dan penerapan sanksi ini akan diberlakukan mulai hari ini hingga Desember 2020 atau tiga bulan ke depan.

"Kita akan melakukan evaluasi setiap bulannya. Lokasi yang sudah kita tentukan di seputar Masjid Raya Baiturrahman, Pasar Aceh, Peunayong, Jalan Daud Beureueh, Jalan Teuku Umar, Taman Sari, hingga ke warkop-warkop," tutur Bachtiar.***

Komentar

Loading...