Tolak UU Cipta Kerja, GASKAN dan Mahasiswa Demo di DPRK Aceh Jaya

Tolak UU Cipta Kerja, GASKAN dan Mahasiswa Demo di DPRK Aceh Jaya
Para GASKAN dan mahasiswa saat melakukan aksi demo di Kantor DPRK Aceh Jaya untuk menolak UU Cipta Kerja. | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Jaya - Gerakan Aceh Jaya Serukan Keadilan (GASKAN) yang terdiri dari ormas, OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda), dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bersama mahasiswa Aceh Jaya menggelar aksi demo untuk menyampaikan aspirasi mereka di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Kamis 15 Oktober 2020.

Koordinator lapangan aksi, Candra B Gunawan, mengatakan dalam aksi ini mereka menuntut anggota DPRK Aceh Jaya turut menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah disahkan anggota DPR RI pada 5 Oktober 2020.

Selain itu, pihaknya juga menuntut Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk transparan dalam penggunaan dana Covid-19. "Menurut kami, hal itu hingga kini masih simpang siur," kata Candra.

Kemudian, petisi dalam aksi demo ini yang nantinya akan di tandatangani harus di publis ke media. Dengan harapan agar semua masyarakat dapat mengetahui bahwa para anggota dewan di Aceh Jaya turut menolak UU Cipta kerja.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Jaya, Muslem D, menyambut baik kedatangan para mahasiswa, OKP, dan LSM ke gedung DPRK. "Karena ini kantor kita bersama, tentunya kami bisa duduk di sini karena dipilih rakyat," jelasnya.

Muslem menegaskan dalam aksi demo yang telah dilakukan, semua anggota DPRK Aceh Jaya menolak UU Cipta Kerja yang telah disahkan. Karena, dengan adanya UU tersebut Aceh hak otomi khusus turut sirna dan hilang. Namun demikian, kata dia, kalau hanya DPRK saja yang menolak, tentu tidak sanggup untuk membatalkannya.

"Akan tetapi, dengan kekompakan kita dan daerah-daerah lain bersama adik-adik mahasiswa, Insya Allah kita pasti bisa," seru ketua DPRK itu.***

Komentar

Loading...