Tradisi Memasak Bubur Menjelang Panen di Pidie

Tradisi Memasak Bubur Menjelang Panen di Pidie
Memasak weut ie di Gampong Raya Lhok Kaju, Pidie. Foto: KBA/Rahmadana Jalaluddin.

KBA.ONE, Pidie - Tradisi weut ie bu (masak bubur) di Pidie merupakan rasa syukur kepada sang pencipta. Weut ie bu di lakukan oleh perempuan di desa tersebut. Sedangkan kaum laki-laki melangsungkan doa bersama yang di pimpin oleh seorang teungku.

Tradisi ini telah berjalan dari turun temurun. Untuk memperoleh bahan pengolahan bubur, para kaum perempuan mengutip beras di setiap rumah serta mengumpulkan perlengkapan lainnya dari masyarakat yang menyumbangkan dengan ikhlas.

“Weut ie bu memang diadakan setiap tahunnya sebelum tiba masa panen padi. Weut ie bu, dilaksanakan pada hari Minggu, agar dapat di nikmati oleh anak-anak,” kata Yusnidar, salah satu warga Gampong Raya Lhok Kaju, Pidie, 14 Januari 2017.

Dia juga mengungkapkan, ie bu pertama sekali akan disajikan kepada kaum laki-laki setelah siap berdoa serta terhadap anak-anak. Tidak lupa pula dibagikan kepada masyarakat untuk dibawa pulang.

"Dengan harapan dengan weut ie dan melangsungkan doa, semoga senantiasa Allah akan memberikan rezeki dan mendapatkan hasil panen yang melimpah," ujarnya.

Kontributor Rahmadana Jalaluddin

Komentar

Loading...