Tradisi Meugang Menjelang Ramadhan di Kota Juang

Tradisi Meugang Menjelang Ramadhan di Kota Juang
Suasana pasar daging di kawasan Rex Rel Bireun jelang bulan Ramadhan | Foto : KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Ada yang istimewa dilakukan oleh masyarakat Aceh saat menjelang peringatan hari-hari besar seperti Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri. Sehari menjelang hari H masyarakat Aceh melaksanakan tradisi "Meugang". "Meugang" merupakan tradisi menyembelih hewan berupa kambing, sapi atau kerbau untuk dikonsumsi secara bersama - sama.

Meugang (makmeugang) adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu yang sudah rutin dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat di Aceh.

Meugang bukan saja perihal tradisi makan daging bersama. Namun, juga membantu ekonomi para pedagang, baik itu pedagang daging maupun pedagang bumbu. Mereka biasanya mendirikan pasar dadakan di pinggir-pinggir kota dan ada juga di pasar tradisional.

Seperti halnya di Bireuen, para pedagang mendirikan pasar dadakan di sepanjang Jalan Yoesoef Bahroen, Geudong-Geudong, Kota Juang (Rex Rel Bireuen). Pada hari biasa Rex Rel Bireuen merupakan tempat nongkrong kaula muda di Kota yang konon disebut pernah menjadi Ibukota Indonesia dalam hitungan jam. Bermodalkan segelas jus alpokat dan puluhan menu lainnya, Anda bisa menghabiskan waktu bersama kerabat disana.

Namun, berbeda cerita saat tradisi Meugang, Rex Rel Bireuen itu disulap oleh para pedagang asal Kota Juang itu, tertata rapi berjejer puluhan meja kayu. Para pedagang sangat memahami antusias masyarakat melaksanakan tradisi Meugang, sehingga meja kayu itu sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. 

Muhammad alias Kek Muh, 75 tahun, adalah salah seorang pedagang daging saat Meugang di pasar dadakan Rex Rel Bireuen. Kepada KBA.ONE, Senin, 12 April 2021, Kek Muh mengatakan harga daging menjelang sore mencapai Rp170 ribu. Sedangkan kemarin hingga pagi tadi Rp180 ribu.

"Berbeda halnya dengan Meugang Idul Adha kemarin. Meugang Ramadhan kali ini masyarakat lebih antusias dan semarak," kata Kek Muh, yang mengaku sudah 10 tahun menjajakan daging saat Meugang.

Ia menyebutkan dari Minggu hingga siang ini sudah sembilan sapi yang disembelih dan dijual seharga Rp170 ribu. Sedangkan harga sapi per ekor sapi bervariasi, ada yang Rp17 juta dan Rp18 juta, yang dibeli di Juli KM 10.

Sementara itu, Pedagang Meugang lainnya, Putra, 23 tahun, mengaku hanya mampu menjual satu ekor sapi Meugang kali ini. Harga per kg daging sapi ditempatnya Rp160 ribu hingga Rp170 ribu.

"Kami hanya jualan hari ini, kemarin enggak jualan. Ini tinggal dikit lagi, habis ini langsung pulang aja," tuturnya.

Komentar

Loading...