Trail Sembako Pembawa Pesan Disiplin

Trail Sembako Pembawa Pesan Disiplin
Anggota Sat Lantas Polres Aceh Utara menjual sembako murah. | Foto: Ist.

Dari desa ke desa, polisi lalu lintas Aceh Utara itu menjajakan sembako murah kepada warga.

KBA.ONE, Aceh Utara – Menunggang motor trail, seorang polisi tampan dan gagah melesat memasuki pedalaman Cot Girek, Aceh Utara. Di belakangnya, belasan motor lain ikut mengekor. Pria itu adalah Ajun Komisaris Sandy Titah Nugraha dan personel Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Utara.

Rombongan polisi lalu lintas ini bukan hendak ikut kejuaraan motor cross. Tapi, mereka touring melakukan kegiatan sosial menjajakan sembako murah kepada warga desa. Masing-masing motor membawa barang sembilan bahan pokok, mulai dari beras, gula, minyak goreng, susu kental manis, hingga mie instan.

Hari itu, mereka singgah ke lima desa dalam kecamatan di pedalaman Aceh Utara yaitu Desa Pucok Rinteh, Batee Uleu, Buket Leubak, Abong-abong dan Desa Meucat. 

Motor trail pembawa sembako Sat Lantas Polres Aceh Utara. | Foto: Ist 

Sebagian medan jalan masih berlumpur dilalui para personel lalu lintas itu. Aksi ini boleh dibilang unik karena lazimnya polisi lalu lintas hanya beraktivitas di pusat kota dan di jalan raya. Kali ini, mereka menyusuri jalan desa berkubang, berdebu dan berbatu.

Layaknya pedagang asongan, setiap titik keramaian masyarakat perwira itu berhenti. Praktis anggotanya ikut berhenti juga. Lalu membuka lapak dagangan. “Kami diskon besar, ini untuk meringankan masyarakat pedalaman. Misalnya gula dari harga jual Rp12.000,- per kilogram dijual hanya Rp7.000,- per kilogram,” kata Sandy kepada KBA.ONE, Jumat 29 Juni 2018.

Barang lainnya, beras 1 kilogram dijual hanya Rp7.000,- per kilogram, dari harga pasar Rp13.000,- per kilogram. Sedangkan mie instans dipatok harga Rp9.000,- per lima bungkus dari harga pasar Rp15.000,-. Telur hanya Rp8.000,- dari harga pasar Rp16.000,- per sepuluh butir.

Aksi sosial ini disambut hangat dan antusias warga desa. Ini bisa dilihat dari ramainya kaum ibu memborong sembako murah itu.

“Pesan utama yang ingin kita sampaikan adalah agar warga patuh berkendara. Ada anggapan, di desa tak tertib lalu lintas, tak memakai helm misalnya, padahal kecelakaan atau tabrakan lalu lintas bisa terjadi di mana saja,” sebut Kasat Lantas Polres Aceh Utara ini.

Dia berharap, aksi itu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. “Esok atau lusa kita gelar di desa lainnya,” janji Sandy Titah Nugraha. ***

Komentar

Loading...