Mengenang 15 Tahun Gempa dan Tsunami Aceh

Tsunami Aceh Bencana Terbesar di Abad 21

Oleh ,
Tsunami Aceh Bencana Terbesar di Abad 21
Ilustrasi |Foto: Liputan6.com

KBA.ONE, Pidie - Dunia mengakui bencana gempa dan tsunami Aceh merupakan bencana terbesar dalam sejarah abad 21. Hal ini dikatakan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat menghadiri acara mengenang gempa dan tsunami Aceh, yang dipusatkan di Pidie, Kamis 26 Desember 2019.

Nova menyebutkan selain bencana tsunami, Aceh juga didera 754 kali bencana lain. Sejak awal 2019, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat bencana yang terjadi di Aceh, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan.

Plt Gubernur mengajak semua pihak untuk saling menjaga lingkungan hidup, karena Aceh dan wilayah lain di Indonesia, terletak di kawasan rawan bencana. Selain itu, Indonesia berada di tiga lempeng tektonik, Eurasia, Indo Australia, dan lempeng Pasifik.

Penyerahan sertifikat dan terima kasih dari kepada perwakilan negara sabahat yang telah membantu Aceh pasca tsunami Aceh 2004 silam | Foto: Marzuki

"Lempeng ini kerap bergeser menumbuk lempeng lainnya, sehingga berdampak terjadinya gempa bumi dan gelombang tsunami, dan tercatat bahwa Aceh pernah terjadi tsunami sebelumnya," katanya.

"Terbukti dalam sebuah penelitian di goa "Ek Lutie" di Kecamatan Lhong, Aceh Besar, merupakan jejak tsunami purba," ujar Nova.

Nova mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan pengetahuan di bidang bencana, dan merupakan salah satu yang tercantum dalam visi-misi Aceh Hebat periode 2017-2022.

Mengenang 15 tahun bencana gempa dan tsunami dengan slogan "Melawan Lupa, Meningkatkan Siaga" yang berlangsung di Pidie Convention Center (PCC). Selain dihadiri sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dan ribuan masyarakat.

Selain itu, juga dihadiri Duta Besar Korea Selatan, Pak Kim Chang Beong, Konsulat Muda Japang Takeshi Ishii, dan Yamamori, Konsulat India di Medan, Raghu Gururaj dan Kyriad, Sekretaris 1 Politik Singapore, Matthew Chan, Konsulat Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Qiu Weiwei, Mibaliq Ustadz Syauqi Zainuddin MZ yang menyampaikan tausiah, serta penyayi religi Opick. ***

Komentar

Loading...