Tuntutan tak Ditanggapi, Puluhan Anak Mantan Kombatan GAM Bermalam di Gate 2 PT PIM

Tuntutan tak Ditanggapi, Puluhan Anak Mantan Kombatan GAM Bermalam di Gate 2 PT PIM
Puluhan peserta aksi yang tergabung dalam JASA menginap di area PT PIM, di Dewantara, Aceh Utara. | Foto: KBA.ONE, Try Vanny.

Peserta aksi menuntut PT PIM mempekerjakan tenaga kerja lokal, menyalurkan CSR untuk kesejahteraan ekonomi dan rehab-rekon rumah anak-anak mantan korban konflik.

KBA.ONE, Aceh Utara - Aksi unjuk rasa Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) Aceh Utara berlanjut. Para pendemo yang didominasi anak-anak mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini memilih bertahan mendirikan tenda dan bermalam di Gate 2 PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Senin 16 November 2020.

Koordinator Aksi Mulyadi Idris menegaskan warga akan bertahan di lokasi sampai mereka dimediasi dan dipertemukan dengan Direktur Utama PT PIM. Para peserta aksi telah mendirikan tenda berukuran 6x6 meter persegi dan menginap untuk melanjutkan aksi esok hari.

"Kami akan bertahan sampai tuntutan kami direspon dengan jawaban yang jelas," tegas Mulyadi kepada wartawan.

Bahkan dia mengancam akan mengumpulkan massa lebih banyak lagi untuk melakukan aksi demo. Jika hari pertama aksi JASA mencapai seratusan orang, ke depan massa aksi akan mencapai ribuan. "Kita siap mengerahkan orang lebih banyak lagi ke sini," ucapnya.

Pantauan KBA.ONE di lokasi, di bawah tenda beralaskan terpal para demonstran pria dan wanita beristirahat. Beberapa petugas kepolisian dari Polres Kota Lhokseumawe dan Koramil Dewantara tampak berjaga-jaga mengamankan lokasi.

Namun, aksi damai ini tidak sempat mengganggu proses bekerja para karyawan PT PIM. 

Peserta aksi dari JASA menyampaikan tuntutannya kepada manajemen PT PIM. | Foto: Ist

Sebelumnya, Senin siang, dilaporkan seratusan warga tergabung dalam JASA melakukan aksi unjuk rasa menuntut PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) agar memperkerjakan tenaga kerja lokal.

Aksi tersebut dilakukan di depan Gate A2 PT PIM, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Para peserta aksi meminta PT PIM memberikan hak-hak anak mantan pejuang Aceh.

"Setahun lalu PT PIM pernah membuka lapangan pekerjaan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal sebanyak 10 orang, tapi tidak satupun diterima karena itu kami menuntut janji pihak PT PIM," kata Koordinator Aksi Mulyadi.

Peserta aksi juga meminta dana CSR untuk merenovasi rumah milik korban konflik di Aceh, terutama anak-anak para syuhada yang menjadi korban konflik. 

Aksi demo JASA di mulut pintu gerbang PT PIM mendapat pengawalan aparat kepolisian dan tentara. | Foto: Ist.

"Kami juga meminta pembinaan dari PT PIM kepada anak-anak dan masyarakat miskin yang menjadi korban pasca konflik di Aceh," kata Mulyadi.

Kata dia, sebelum aksi dilakukan pihaknya sudah melakukan audiensi dengan pihak PT PIM untuk menghadirkan direktur utama, namun pihak perusahaan meminta waktu dan belum siap menemui para peserta aksi.

"Kami akan tetap menunggu hingga tiga hari. Jika dalam tiga hari kedepan belum juga ada kepastian maka aksi akan dilakukan kembali. Kami akan bertahan sampai direktur turun ke sini untuk menyahuti tuntutan kami," pungkasnya. ***

Komentar

Loading...