Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri Sakura

Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri Sakura
Wakil Ketua DPR Aceh berdialog dengan perwakilan The Global Dialogue Jepang, Selasa, 1 Agustus 2017. Foto: dok DPRA

PARLEMENTARIA - Pertemuan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh T Irwan Djohan dengan The Global Dialogue Jepang berlangsung singkat. Namun dari pertemuan yang berlangsung siang tadi, sekitar pukul 14.30 WIB, Irwan memberikan restu keberangkatan pemuda Aceh berprestasi untuk berkunjung ke Jepang.

“Saya berharap perjalanan ini mampu berkontribusi dalam mengembangkan kesenian Aceh dan mengembangkan wawasan berpikir remaja Aceh,” kata Irwan.

Selama ini, The Global Dialogue Jepang telah menjalin kerja sama dengan seniman-seniman muda Aceh. Kerjasama ini tidak hanya sekadar berbagi pengetahuan tentang kesenian. Langkah yang dilakukan oleh kedua belah pihak adalah untuk mengembangkan makna di balik peristiwa alam yang mempengaruhi kebudayaan Aceh.

Salah satunya adalah dengan mengenali objek peninggalan tsunami di Aceh. Selama ini, dalam pertemuan dengan Global Dialogue Jepang, hal-hal kecil yang tersisa di sekitar situs PLTD Apung di Banda Aceh, seperti keberadaan pohon cemara yang selamat dari bencana tsunami, misalnya, turut menjadi perhatian.

Menurut Irwan, hal-hal ini bukan untuk disakralkan. Seharusnya, dari sebuah pohon, siapa saja dapat mempelajari bahwa betapapun sulitnya kehidupan, manusia harus bertahan dan melangkah maju. Seperti pohon yang selamat dari bencana dan terus tumbuh.

“Mereka terpilih untuk berangkat ke Jepang karena mampu mengembangkan kesenian Aceh dan meningkatkan pengetahuan dan wawasan terhadap negara asing, seperti penguasaan Bahasa Jepang dengan waktu lebih cepat, ujian kemampuan Bahasa Inggris dengan skor TOEFL 500, dan beberapa karya seni yang diakui jepang,” kata Irwan.

Dalam diskusi ringan di ruang wakil ketua dewan itu, terungkap bahwa seniman Aceh memiliki kemampuan yang tak kalah dari seniman luar negeri. Sayangnya, seniman Aceh kurang menikmati karya mereka, sehingga mereka kerap kesulitan mengembangkan seni dan kesenian di Aceh.

Irwan sendiri mengaku terkejut dengan kemampuan pemuda Aceh dalam menyerap dan menguasai Bahasa Jepang. Apalagi, bahasa ini tergolong sulit untuk dipelajari, baik secara lisan maupun tulisan.

Dalam kesempatan itu, Irwan berharap pemuda Aceh yang berkesempatan mengunjungi Negeri Sakura itu berkenan melaporkan hasil kunjungan dan memberikan catatan tentang tindak lanjut kerja sama ini di masa mendatang.

“Penting bagi pemuda Aceh untuk mengembangkan wawasan dan membuka cakrawala seluas-luasnya. Ini adalah modal untuk menjadikan daerah kita lebih baik dan sejahtera,” kata Irwan.(*)

Komentar

Loading...