Vaksin Pelajar Ikhtiar Pemerintah Aceh Tengah Menuju Belajar Tatap Muka

Vaksin Pelajar Ikhtiar Pemerintah Aceh Tengah Menuju Belajar Tatap Muka
Ilustrasi. | Foto: Republika.co.id

KBA.ONE, Takengon – Beragam upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, salah satu ikhtiar yang menjadi penawar adalah melakukan vaksinasi. Semua pihak terus menggalakkan upaya ini, termasuk menyasar ke tingkat pelajar di kabupaten berhawa sejuk itu.

Tak hanya anak didik SMP/MTs dan SMA/MAN/SMK yang disuntik vaksin, melainkan tenaga pendidik turut menerima dosis vaksin merek sinovac. Bahkan pihak sekolah diberi tenggat waktu untuk menyelesaikan misi itu hingga 30 September 2021.

Karena itu, pihak dinas dan sekolah secara bergandengan tangan terus membuat list untuk realisasi sejak 11 September 2021 yang lalu. Tenaga pendidik dan pelajar diminta untuk hadir ke puskesmas terdekat untuk proses penyuntikan.

Sedikitnya, sebanyak 895 guru di daerah berhawa sejuk itu tercatat akan menerima vaksin, dan sebanyak 6.540 pelajar akan menerima dosis sinovac. Secara menyeluruh, tenaga pendidik dan pelajar tingkat SMP sebanyak 7.435 yang harus disuntik.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Uswatuddin, yang membawahi SMP di kabupaten penghasil kopi arabika terbaik dunia itu, mengaku siap untuk menyukseskan upaya Pemerintah Aceh untuk meningkatkan herd immunity (kekebalan kelompok) tingkat pelajar dan tenaga pendidik.

“Kami siap penuhi intruksi itu, sebelum tanggal 30 diupayakan sudah selesai. Jika semua pelajar dan guru sudah divaksin, belajar tatap muka mudah-mudahan bisa berlanjut,” kata Uswatuddin kepada KBA.ONE, Jum’at 24 September 2021, di ruang kerjanya.

Kepala dinas pendidikan Aceh Tengah Uswatuddin, M.AP. | Foto: Ist

Pihaknya langsung bergegas setelah kunjungan Sekda Aceh, Taqwallah dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri ke kabupaten penghasil endemik ikan depik itu. Jadwal pun disiapkan sekaligus berkoordinasi dengan dinas kesehatan pun dilakukan.

“Setelah kunjungan itu, kami langsung siapkan jadwal, bergerak menggandeng dinas kesehatan untuk memfasilitasi di puskesmas terdekat, sekaligus menyiapkan dosis vaksin kala itu,” terangnya.

Atas gonjang-ganjing penolakan dari wali murid untuk anaknya tidak di suntik vaksin, Uswatuddin memberikan sepenuhnya kepada kepala sekolah untuk memberikan sosialisasi kepada orang tua dengan kata-kata yang bijak dan dapat diterima oleh wali siswa.

“Kami menyampaikan kepada kepala sekolah, kepala sekolah seterusnya menyampaikan kepada orang tua siswa, diupayakan anaknya disuntik vaksin, sehingga terwujud herd immunity, tujuannya supaya tercapai keinginan belajar tatap muka yang aman dan sehat,” ucap Uswatuddin, meminta kepsek memberi edukasi dengan bijak.

Ketika semua siswa dan tenaga pendidik telah menerima vaksin, secara otomatis imun tubuh siswa dan guru meningkat. “Ketika itu sudah terwujud, otomatis tidak lagi belajar daring. Begitupun nanti, jika Aceh Tengah telah beralih ke zona hijau, kita akan tinggalkan yang namanya sekolah pakai shift,” tutup Uswatuddin, memberi sinyal perubahan proses pembelajaran jika upaya pemerintah itu terwujud.

Berdasarkan data yang diterima KBA.ONE dari Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh, Wilayah Aceh Tengah, Khalidin, jumlah tenaga pendidik yang divaksin tingkat SMP/MTs, SMA/MAN/SMK sebanyak 2.772 guru, dan siswa secara keseluruhan sebanyak 20.553 siswa. Jumlah keseluruhan 23.325 dosis vakisn yang harus disiapkan dinas kesehatan.

Pihak sekolah saat ini mengikuti jadwal yang telah dirilis oleh dinas kesehatan Aceh Tengah untuk selanjutnya siswa di boyong ke puskesmas-puskesmas yang telah ditunjuk oleh pihak dinas.

Menurut Khalidin, jika orang tua menolak anaknya untuk divaksin menurut dia tidak menjadi persoalan. Namun, pihaknya meminta kepada orang tua agar mengikhlaskan anaknya untuk mengikuti program pemerintah.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh, Wilayah Aceh Tengah, Khalidin. | Foto: Ist
Halaman12
Anara

Komentar

Loading...