Viral! Pengemis Legendaris Dona-Doni Miliki Saldo Rp141,1 Juta di BRI Kutacane

Viral! Pengemis Legendaris Dona-Doni Miliki Saldo Rp141,1 Juta di BRI Kutacane
Dona-Doni ketika masih berpakaian ala gembel. | Foto: Ist

Hampir setengah abad, Dona-Doni hidup gelandangan dan mengemis di jalanan Kutacane; tidur di emperan, pakaian compang camping, rambut gimbal, dan jorok.

KBA.ONE, Aceh Tenggara- Ini bukan berita hoax! Kabar mengejutkan datang dari Kota Kemiri Kutacane, Aceh Tenggara. Duo pengemis legendaris Dona-Doni, asal Desa Rema, Bukit Tusam, Agara, mendadak viral setelah rekening pribadinya di BRI memiliki saldo Rp141,1 juta.

Tak cuma itu, ketika Dona-Doni digelandang Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutacane, di plastik kresek yang dia simpan, petugas sempat menemukan bundelan uang tunai sebesar Rp5,1 juta.

"Dia kita amankan karena keberadaan Dona-Doni sudah meresahkan warga," kata Kasat Pol PP Kutacane Rahmad Fadli kepada KBA.ONE, Sabtu 7 November 2020.

Dona-Doni adalah pengemis kawakan yang sudah menggeluti profesi itu sejak hampir setengah abad lalu. "Dulu, ketika saya masih sekolah dasar, mereka dIpanggil Win-Amat. Gak tau, kok, sekarang sudah dipanggil Dona-Doni. Mungkin karena mereka mirip, ya," kata Ririn Munthe, 51 tahun, warga Kutacane, kepada KBA.ONE, Sabtu 7 November 2020.

Dona-Doni usai dimandikan dan diberi pakaian layak. | Foto: Ist.

Ririn mengaku kaget mendengar kabar pengemis Dona-Doni itu punya rekening gendut ratusan juta rupiah. "Lalu bagaimana dia menikmati hidup? Uang banyak tapi tidurnya sembarangan, kadang di emperan toko dan di trotoar, badan tak terurus, gembel, dan sangat jorok. Gak pernah pakai baju siang malam," cerita Ririn sedikit penasaran.

Selasa kemarin, pada 3 November 2020, misteri kehidupan Dona-Doni sedikit tersingkap. Dona yang bernama genetik Selamat, dikabarkan terlahir kembar dengan Doni yang nama aslinya belum terungkap.

Gepeng yang memiliki wajah familiar bagi hampir seluruh warga Kutacane itu diamankan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH). Tuduhannya selain meresahkan, pakaian Dona-Doni juga sembraut, compang-camping, kumuh, dan bahkan hampir terlihat kemaluannya. 

Dona-Doni berpose dengan petugas Satpol PP dan WH Kutacane. | Foto: Ist.

Dona- Doni setiap hari, sejak hampir 50 tahun lalu,selalu meminta-minta kepada warga yang hendak belanja ke pasar induk dan sekitaran pusat Kota Kutacane. Mereka bak pasangan dua sejoli yang tak pernah terpisah. 

Gelandangan pengemis (Gepeng) Dona-Doni adalah saudara kandung. Uang tunai miliknya senilai Rp5,1 juta yang diamankan Satpol PP/WH saat terjaring razia, sudah disetorkan petugas ke rekening pribadi mereka di BRI Kutacane.

"Usai disetorkan itulah kita melihat saldo di rekeningnya berjumlah total Rp141,1 juta. Saldo awalnya berjumlah Rp136 juta," jelas Fadli, Kepala Satpol PP kepada KBA.ONE.

Petugas berupaya melakukan interogasi kepada Dona-Doni terkait uang ratusan juta yang mengendap di rekening BRI miliknya. Namun, kedua pengemis masyhur di Aceh Tenggara ini tidak bisa berkomunikasi secara normal.

"Jawaban mereka selalu ngawur alias tidak jelas.Tapi aneh mereka mampu membuka rekening dan menyetorkan uang kepada bank." kata Fadli penuh tanya.

Setelah didata Dinas Sosial Aceh Tenggara, dimandikan dan diberi pakaian yang layak, Dona-Doni akhirnya dilepas kembali ke jalanan.

Hingga berita ini ditayang, wartawan KBA.ONE di Kutacane belum bisa menemukan jejak Dona-Doni pasca-viral di jagat maya.

Apakah pengemis legendaris itu mengulang kisah lama sebagai gepeng? Atau menikmati hidup dari uang hasil "keringat" sandiwaranya itu? Kita tunggu saja kisah berikut dari pengemis berwajah serupa ini! ***

Komentar

Loading...