Wakil Bupati Agara Tinjau Rencana Pembangunan Jalan Tembus Muara Situlen-Gelombang

Wakil Bupati Agara Tinjau Rencana Pembangunan Jalan Tembus Muara Situlen-Gelombang
Wakil Bupati Agara, Bukhari ( berjalan paling kiri pakai topi) dan rombongan Tim Survei saat menuju Desa Bunbun Indah Kecamatan Leuser, mobil BPBD terpaksa nyangkut 1 jam karena badan jalan berlumpur dan berlubang. I Foto: KBA.ONE, Mursal.

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Wakil Bupati Aceh Tenggara (Agara), Bukhari bersama Sekretaris daerah (Sekda), Mhd. Ridwan dan tim survei yang terdiri dari
asisten III, Bappeda, inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pertanahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perindagnaker dan bagian pembangunan setdakab Agara meninjau rencana pembangunan jalan tembus Muara Situlen-Gelombang di Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, Selasa 12 Januari 2020.

Sebelumnya, pada 17 Desember 2020, Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam Rakor (Rapat Kordinasi) di Pendopo Wali Kota Subulussalam telah menyepakati dan menandatangani kesepahaman bersama, tentang percepatan pembangunan jalan tembus Muara Situlen - Gelombang yang merupakan Ruas Jalan Provinsi Aceh sepanjang 80,28 Kilometer (Km) belum tembus.

Di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, ruas Muara Situlen sampai batas Kota Subulussalam sepanjang 51,79 Km. Dengan kondisi 17 Km diantaranya sudah diaspal, sepanjang 25 Km pengerasan dan sisanya 9,79 yang belum dibuka/tembus. Sedangkan yang berada di wilayah Pemko Subulussalam dengan ruas gelombang dengan batas Aceh Tenggara sepanjang 28,49 Km.

Sekda Aceh Tenggara, Mhd. Ridwan kepada KBA.ONE, di Desa Bunbun Indah, mengatakan survei ini dilakukan untuk mengetahui calon lokasi ruas jalan dan jembatan yang akan dibangun. "Selanjutnya kita mengajukan pembangunan ruas jalan tembus Muara Situlen - Gelombang kepada pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan mendapatkan rekomendasi dari Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan)," ungkapnya.

Sekda, Mhd. Ridwan dan rombongan memperhatikan bok karpet (jembatan) yang amblas sedalam 3 meter di Desa Gajah Mati Kecamatan Leuser. I Foto: KBA.ONE, Mursal.

Ridwan juga menjelaskan disatu sisi dengan adanya jalan tembus itu nantinya akan mempersingkat akses waktu dan jarak tempuh antara kedua daerah, dari enam jam menjadi tiga jam, dan manfaatnya akan sangat besar terutama bagi perekonomian. Sementara di sisi lain, karena ruas jalan tembus tersebut ada yang melintasi Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) pihaknya berkomitmen tetap akan menjaga kelestarian Kawasan TNGL, lebih lebih selama ini keberadaan Kawasan TNGL telah menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Aceh Tenggara dari sektor pariwisata.

Kecamatan Leuser memiliki 23 desa, yang merupakan wilayah pertanian penghasil komoditi jangung, kemiri dan kakao. Namun di Kecamatan Leuser, dari Muara Situlen ke Bunbun Indah yang jaraknya hanya sekitar 38,5 Km tapi bisa makan waktu tempuh tiga jam dengan kenderaan.

Pantauan KBA.ONE di lapangan, badan jalan dari Muara Situlen ke Bubun Indah sangat kurang perawatan. Selain banyak ruas jalan yang semak, juga terdapat banyak badan jalan yang berlubang sehingga membentuk parit jadi aliran air. Sedikitnya terdapat 15 titik longsor, tiga bok karpet (jembatan) amblas.

Terperangkap Longsor

Saat Wakil Bupati Agara, Bukhari dan rombongan tim survei jalan menuju pulang, sekitar pukul 18:00 tiba-tiba terjadi longsor di Desa Permata Musara, seluruh badan jalan tertimbun material batu dan kerikil. Karena tidak bisa lewat terperangkap longsor, akibatnya Bukhari dan rombongan terpaksa menginap satu malam di rumah penduduk di Desa Permata Musara, Kecamatan Leuser.

Buruknya, prasarana jalan ke Kecamatan Leuser telah mempengaruhi tingginya harga kebutuhan pokok seperti harga beras 1 sak (15 Kg) Rp200 ribu, minyak goreng Rp 22 ribu/Kg, gula Rp 20 ribu/Kg, dan harga gas tabung 3 Kg Rp50 ribu/tabung.***I MURSAL, Kontributor Aceh Tenggara.

Komentar

Loading...