Pemko Sabang Mendulang Prestasi WTP ke Depalan Kali

Wali Kota Nazaruddin: Ini Berkat Kekompakan dan Semangat Kebersamaan

Wali Kota Nazaruddin: Ini Berkat Kekompakan dan Semangat Kebersamaan
Wali Kota Sabang Nazaruddin menerima WTP untuk kedelapan kalinya secara beturut-turut. | Foto: Ist

Pernyataan profesional opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK

RI di bidang pengelolaan anggaran pada 2019, baru-baru ini, diberikan
hingga delapan kali berturut-turut untuk Pemerintah Kota Sabang. Ini
adalah prestasi luar biasa yang tak boleh dianggap biasa.

Arif Agus SE, MM Ak, CPA, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI
Perwakilan Aceh, mengingatkan hendaknya prestasi WTP dapat
dipertahankan hingga tahun-tahun berikutnya.

Arif Agus menegaskan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab
Keuangan Negara dan UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK.

Wali Kota Sabang Nazaruddin S.I.Kom bersama Wakil Wali Kota Sabang Drs Suradji Junus dan seluruh tamu undangan menyayikan lagu Indonesia raya sebelum mengikuti prosesi penerimaan WTP. | Foto: Ist

Pemeriksaan itu ditujukan untuk memberikan opini atas kewajaran
(LKPD) dengan memperhatikan kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, kecukupan pengungkapan, efektivitas sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Perkenaan pada kesempatan itu maka, disampaikan hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Kota Sabang Tahun Anggaran 2019 yaitu, Opini atas Laporan Keuangan Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Sabang Tahun Anggaran 2019 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” katanya.

Opini ini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai
kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Dengan demikian opini yang diberikan atas pemeriksa termasuk opini
Wajar Tanpa Pengecualian  (WTP) merupakan pernyataan profesional
pemeriksa mengenai "Kewajaran" laporan keuangan bukan merupakan
jaminan tidak adanya temuan.

Bagi BPK, tambah Arif Agus,  hal ini perlu disampaikan, mengingat
masih banyak terjadinya kesalahpahaman oleh sebagian kalangan mengenai opini BPK. Untuk itu temuan yang sudah disampaikan atau direkomendasikan harus segera ditindaklanjuti dalam tempo paling lama 60 hari.

"Selamat atas prestasi yang diraih Kota Sabang. Mudah-mudahan ke depan prestasi ini bisa terus dipertahankan dan bisa lebih baik lagi dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Wali Kota Sabang Bersyukur

Wali Kota Sabang Nazaruddin S.I.Kom, langsung menyampaikan rasa syukurnya begitu Pemerintah Kota Sabang di bawah pimpinannya
dianugerahi prestasi WTP untuk ke delapan kalinya. "Alhamdulillah kita
dapat WTP ke delapan kalinya secara berturut-turut," kata Nazaruddin
yang biasa disapa Tgk Agam itu.

Sejumlah Kepala daerah foto bersama usai menerima WTP. | Foto: Ist

Manurut dia, pencapaian ini tentu tidaklah mudah apalagi untuk
mendapat WTP kedelapan kalinya secara berturut-turut bila tidak
terbangun semangat kebersamaan dalam pencapaian keinginan tersebut.

Namun untuk mendapatkan Wajar Tanpa Pengucualian (WTP) semua itu pasti dimulai dari nawaitu atau niat yang ikhlas dalam menjalankan tugas
kinerja dan terbangunnya rasa kebersamaan dari para abdi negara.

Dari sini lah, tambah Tgk Agam, semua itu dimulai demi mencapai sebuah prestasi dan keberhasilan yang akan dicapai. "Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan opini WTP untuk kedelapan kalinya secara
berturut-turut," katanya haru.

Menurut Tgk Agam, ini semua berkat kerja keras semua pihak pada
jajaran Pemerintah Kota Sabang.
"Saya melihat, keberhasilan mempertahankan opini ini merupakan wujud komitmen Pemko Sabang dalam menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel,” jelas Nazaruddin.

Dia berharap raihan WTP kedelapan ini bsa terus menjadi motivasi bagi
jajarannya untuk meningkatkan kinerja dan senantiasa mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang trasparan dan lebih akuntabel.

Dan ini harus menjadi cemeti agar bisa terus mempertahankan dan
meningkatkan kinerja pada tahun-tahun berikutnya serta mewujudkan
akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik lagi.

Wali Kota Nazaruddin atas nama pimpinan beserta jajaran Pemerintah
Kota Sabang mengucapkan  terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Aceh
yang telah menyerahkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Kota Sabang yang ke delapan kalinya ini.

"Namun perku diketahui bersama penyerahan WTP ini bukan berarti Pemko Sabang tidak punya kekurangan, karena sebagai catatan setiap rekomendasi dari BPK pasti ada kekurangan atau temuan-temuan yang perlu diperbaiki," ujarnya.

Menurutnya,  setiap temuan merupakan hal yang wajar dan perlu
ditindaklanjuti untuk segera dilakukan perbaikan serta pembenahan agar
menjadi lebih baik lagi.

Dan untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya penguatan internal
kepada semua jajaran pada Perintah Kota Sabang terkait prosedural
akuntasi pengelolaan keuangan sesuai  rekomendasi yang diberikan BPK.

"Kiranya maklum kami selaku pimpinan di Kota Sabang bersama jajaran tentu banyak kurang di sana-sini dalam merealisasikan anggaran untuk sejehateraan masyarakat," katanya.

"Insya Allah," lanjut Nazaruddin, "kita akan perbaiki kekurangan
tersebut, kami semua masih perlu bimbingan dari BPK untuk terus dibina agar dapat bekerja lebih baik lagi dalam menjalankan pengelolaan
keuangan sesuai standar agar jauh dari permasalahan di kemudian hari,”
harap Wali Kota Sabang Nazaruddin.


Pencapaian Ini Harus Kita Syukur

Seementara Wakil Wali Kota Sabang Drs Suradji Junus juga tak henti
menyampaikan rasa syukur atas raihan prestsi ini. "Pertama sekali kita
mengucapkan syukur Alhamdulillah Pemerintah Kota Sabang kembali
berhasil mendapatkan opini WTP dari penilaian hasil audit BPK," kata
Suradji.

Wali Kota Sabang Nazaruddin S.I.Kom bersama Ketua DPRK Sabang Muhammad Nasir menandatangani berita acara. | Foto: Ist

Sehingga dari hasil pencapaian bergengsi itu, lanjut Suradji, Sabang
kembali  mendapatkan delapan kali WTP secara berturut-turut. Ini
adalah berkat hasil kerja sama dan kerja keras semua pihak baik
eksekutif maupun legislatif yang telah dapat menyelesaikan semua
perencanaan sampai dengan kegiatan dan pelaporan keuangan dengan baik.

Kemudian, tambah Suradji, juga dukungan pihak legeslatif memiliki
peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan dari pada eksekutif sehingga meminimalisir adanya kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan di eksekutif.

"Namun demikian semua ini bukanlah suatu hal sempurna apa yang sudah
kita lakukan, karena pasti ada temuan-temuan harus kita perbaiki di
dalam purna waktu yang sudah ditetapkan Badan Pemeriksa Keungan. Harapannya ke depan tidak akan terjadi atau terulang kembali
temuan-temuan tersebut," ungkap Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus.

Menurut Suradji, dalam menerima Wajar Tanpa Pengucualian (WTP) pasti
ada salahnya. Artinya, semangat yang sudah diraih ini harus dijadikan
semangat perubahan dengan tujuan terus melakukan perbaikan.
Karena yang namanya pemeriksaan BPK itu pasti ada temuan, perbaikan
dan tindak lanjutnya. Ini lah yang menjadi perbedaannya dengan
pemeriksa-pemeriksa lainnya.

"Tentu ini sebuah prestasi yang sangat luar biasa dan harus kita
syukuri bersama," ujarnya.

Memperoleh penilaian opini WTP suatu daerah tentu ini, dalam pandangan
Suradji, akan membawa dampak positif yang sangat baik karena dengan
adanya penilaian WTP, apa lagi berulang-ulang, maka daerah akan
memperoleh insentif daerah yang dinamakan DID (Dana Insentif Daerah).

Dan ini sudah dirasakan pada penerimaan WTP-WTP sebelumnya. Sehingga
dari dana insentif ini Pemerintah Kota Sabang dapat menggunakan
seluruh dana tersebut untuk kesejahteraan masyarakat Sabang.
"Jadi, kita doakan saja mudah-mudahan Dana Insentif Daerah kita ke
depan bisa kita peroleh seperti WTP sebelumnya hampir mencapai Rp60
miliar," harapnya. (Adv)

Komentar

Loading...