Warga Aceh Tengah Daftar Bantuan UMKM Rp2,4 Juta

Warga Aceh Tengah Daftar Bantuan UMKM Rp2,4 Juta
Masyarakat memadati Kantor Disperindagkop dan UKM Kabupaten Aceh Tengah. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Aceh Tengah, memprediksi sedikitnya seribu warga yang tersebar di 14 kecamatan di kabupaten tersebut menyerahkan berkas untuk menerima bantuan modal kerja sebesar Rp2.400.000 bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Aceh Tengah, Joharsyah, melalui Kabid Koperasi, Arni Sari Lubis, saat ditemui KBA.ONE, di ruang kerjanya, Senin 14 September 2020, di Pegasing.

Bantuan Presiden (BanPres) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini disalurkan untuk membantu pelaku usaha kecil yang terdampak Covid-19.

Arni menjelaskan, berkas yang telah diserahkan tersebut akan diinput dan dikirim ke Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami hanya menerima berkas dan menginput data masyarakat, selebihnya yang menentukan bukan kami. Makanya kami terima berapapun berkas yang masuk, karena kuota tidak terbatas untuk setiap kabupaten/kota,” terang Arni.

Untuk Kabupaten Aceh Tengah, beberapa waktu lalu telah dilakukan pencairan tahap pertama terhadap sekitar 300 masyarakat melalui pihak penyalur Bank BRI.

Sementara itu, Joharsyah menyebutkan tidak semua pelaku usaha mendapat bantuan itu, meski berkasnya telah dilayangkan ke dinas. Bantuan tersebut hanya diberikan kepada pengusaha kecil yang baru memulai usahanya atau sudah menekuni sejak lama.

“Bukan pelaku usaha kecil, sedang menerima Kredit Modal Usaha Rakyat (KUR) atau kredit lain dari perbankan dan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI/Polri atau pegawai BUMN/BUMD tidak berhak menerima,” terang Johar.

Jika masyarakat yang telah mengajukan berkas dan tercatat sebagai penerima bantuan lain dari pemerintah selama pandemi Covid, maka secara otomatis berkasnya itu gagal dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Nanti sudah ada informasi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) apakah seseorang itu telah menerima bantuan selama Covid," paparnya.

Joharsyah juga mengaku hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apakah masih dibuka pendaftaran bagi pelaku usaha mikro. Kalaupun diminta akan diumumkan kemudian. “Kita belum tahu apakah masih ada tahap selanjutnya, total penerima bantuan ini adalah 12 juta warga Indonesia, mudah-mudahan masih ada,” timpal Joharsyah.

Pantauan KBA.ONE, di Kantor Disperindagkop dan UKM Kabupaten Aceh Tengah didesaki warga yang mendaftar, bahkan semua fotocopy di lokasi itu penuh dengan antrian warga.

Syarat yang dibawa masyarakat adalah, surat keterangan usaha dari kepala desa, biodata diri dilampirkan dengan foto usaha, dan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Batas pendaftaran itu ditutup hari ini (Senin 14 September 2020) pukul 14.00 WIB dan telah dibuka beberapa waktu yang lalu.*** | Karmiadi, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...