Warga Banda Aceh Menunggu Lanjutan Pembangunan Jembatan Lampaseh - Merduati

Warga Banda Aceh Menunggu Lanjutan Pembangunan Jembatan Lampaseh - Merduati
Kepala jembatan penghubung dua kecamatan di Banda Aceh | Foto : KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Jembatan penghubung dua kecamatan antara kecamatan Meuraxa dengan kecamatan Kuta Raja di Kota Banda Aceh terbengkalai tidak bermamfaat bagi masyarakat, setelah dibangun pada tahun 2018 lalu.

Jembatan "abunawas" sebutan warga setempat, menelan biaya hingga Rp8 miliar lebih terhenti pekerjaan saat ini dan hanya terpasang plat lantai press street atau plat lantai cor beton dengan panjang 15 meter.

Sanusi 35 tahun, warga lampaseh menyebutkan jembatan abu nawas sebab jembatan ada tapi gak bisa dilalui lantaran tidak ada bantalan kaki untuk dilalui, sehingga tidak bisa dimamfaatkan hanya saja bisa dipakai untuk berteduh dibawah jembatan, sebutnya kepada KBA.ONE, Selasa 6 Juli 2021.

Jembatan yang melintang di gampong (desa) Lampaseh ke gampong Merduati itu hanya dimamfaatkan oleh warga Lampaseh untuk menuju ke Masjid yang terletak di Merduati dengan cara memanjat beton ujung jembatan dan turun diujung jembatan hanya mengandalkan tangga kayu dengan mengandalkan adrenalin atau keberanian agar terhindar dari bahaya, ujar Sanusi dengan putus asa.

Kepala Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Kota Banda Aceh, Jalaluddin kepada KBA.ONE, Rabu 7 Juli 2021 menjelaskan jembatan penghubung gampong Lampaseh dan Merduati akan dilanjutkan pada tahun 2021 ini.

"Sudah ada kontrak dengan pelaksana akan dikerjakan pada tahun ini dari sisa pekerjaan seperti timbunan dan pengaspalan," jawab Jalalauddin.

Sempat terhenti pada tahun 2020 karena dana terpotong untuk refocussing covid 19, jadi ada pekerjaan yang ditunda, kata Jalal.

Proyek jembatan penghubung dua kecamatan di kota Banda Aceh dibawah kewenangan PUPR Propinsi Aceh itu akan selesai pada tahun ini juga sehingga masyarakat bisa gunakan jenbatan tersebut, ujar Jalaluddin.

Komentar

Loading...