Minta Kepala Desa Dicopot

Warga Kecamatan Bintang Demo ke DPRK Aceh Tengah

Warga Kecamatan Bintang Demo ke DPRK Aceh Tengah
Warga Kuala Satu, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, menggelar aksi demo ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Warga Kuala Satu, Kecamatan Bintang Aceh Tengah, menggelar aksi demo ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat menuntut kepala desa di kampung tersebut diberhentikan oleh Bupati Shabela Abubakar, Senin 14 Juni 2021.

Menurut keterangan Koordinator Aksi, Mulia Akbar, pihaknya menggelar aksi itu lantaran sudah gerah dengan sikap kepala desa Saripudin yang dilantik pada 30 Maret 2019.

Dalam tuntutannya, ada empat poin yang mendasari warga menolak Saripudin sebagai reje kampung setempat, diantaranya tidak bisa bertindak adil pada masyarakat, meneror dan meresahkan masyarakat, tidak ada keterbukaan masalah dana desa, dan mengeluarkan suatu keputusan tanpa adanya musyawarah.

“Ini alasan kami meminta bupati dan camat dengan segera menyelesaikan permasalahan ini, kami juga menuntut temuan dana desa yang telah diaudit oleh Inspektorat Aceh Tengah. Masalah ini sudah ditangani oleh pihak kejaksaan, kami minta kepastian hukum atas kasus ini,” ungkap Mulia Akbar, di halaman gedung DPRK setempat.

Kemudian, dalam hal tidak tidak transfaran terhadap dana desa, pria yang kerap disapa Akbar Bintang itu mencotohkan, kepala desa diduga menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi. “Bangunannya ada, namun sudah dua tahun tidak jadi-jadi, ini menjadi pertanyaan warga kemana uang itu digunakan kalau tidak diselewengkan,” papar Akbar.

Sebelumnya, Kepala Desa Kuala Satu telah diberhentikan oleh Shabela Abubakar atas desakan warga, namun Saripudin mengajukan Banding ke PTUN lantaran mencabut hak-hak reje oleh bupati dan dinyatakan menang.

Waktu itu rakyat meminta bupati mencopot kepala desa, kata Akbar, kepala desa itu diduga tidak merakyat. “Keputusan bupati adalah permintaan warga, dan kami tidak bersedia jika masih dipimpin oleh reje saat ini, kami minta bupati memberhentikan sementara,” pinta Akbar.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega mengatakan, pihaknya akan memanggil pihak terkait untuk memutuskan perkara itu. Salah satunya akan memanggil pihak eksekutif untuk menindaklanjuti.

“Kami terima tuntutan masyarakat, selanjutnya akan kami bahas dengan pihak terkait, mohon bersabar, semoga ada solusi atas masalah ini,” tutup Arwin Mega.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...