Surat Terbuka Untuk Bupati Aceh Jaya

Warga Pasie Raya Penikmat Debu Saat Musim Panas dan Hujan

Warga Pasie Raya Penikmat Debu Saat Musim Panas dan Hujan
Mauly Harisman. | Foto: Ist

Assalamua'aikum wr.wb

Dengan Hormat, semoga bapak dan seluruh jajarannya senantiasa sehat selalu dalam menjalankan tugasnya.

Yang terhormat bapak bupati, sebelumnya perkenalkan pak, saya Mauly Harisman, rakyat Aceh Jaya yang jauh di pelosok timur Aceh Jaya, tepatnya di Kecamatan Pasie Raya.

Sama seperti bapak dan seluruh masyarakat Aceh Jaya yang lain yang memiliki rasa cinta terhadap kabupaten ini. Mungkin bedanya saja kami hanya sebagai penikmat dari setiap kebijakan yang bapak ambil. Sedangkan bapak adalah pengambil kebijakan yang akan kami nikmati.

Bapak bupati, jikapun tidak mewakili, setidaknya dengan surat ini harapan masyarakat bapak di Pasie Raya terwakilkan. Saya rasanya tidak percaya, kalau bapak tidak mengetahui bagaimana kehidupan kami di Pasie Raya, sedangkan bapak memiliki "anak buah" pada setiap sektornya yang saban hari memberikan informasi terkini kepada bapak.

Belum lagi, keluhan masyarakat yang juga selalu update pada beberapa media. Kecuali, bapak tidak sempat mendengar ataupun membaca.

Saya tidak tau pak? berapa sumbangan PAD setiap harinya yang kabupaten ini dapatkan dari usaha galian C di daerah kami.

Apalagi di kecamatan kami ini? kalau saya tidak salah, merupakan kecamatan yang paling banyak usaha galian C.

Sementara, yang kami tau persis pak, setiap harinya kami sangat menikmati hasil dari usaha-usaha tersebut, yang paling utama pada sektor alan kami. Terimakasih pak !

Kalau bapak ada waktu boleh sesekali bapak coba ke sini saat musim panas, ataupun saat musim hujan. Kami sangat menikmatinya pak. "Menikmati debu saat musim panas dan menikmati lumpur saat musim hujan. Luar biasa !"

Karena itu, kami tidak minta banyak pak. Jikapun iya, galian C tersebut merupakan salah satu sektor penyumbang PAD terbanyak untuk daerah. Silahkan pak, jika perlu tambah lagi saja beberapa lagi yang diperlukan. Toh kami juga tidak bisa berbuat banyak selaku penikmat kebijakan.

Hanya saja, tolong pak sebagai warga negara yang merdeka kami berhak mendapatkan keadilan dari sebuah pembangunan sebagai mana yang tercantum dalam azas pembangunan nasional.

Fasilitas jalan yang merupakan akses utama kami haruslah dibenarkan. Sangat kecil persentasenya jalan yang masih bagus dan sudah rusak di sepanjang Kecamatan Pasie Raya.

Kemudian, ada harapan yang mencuat kami terima dengan isu tersebut, jika tahun ini jalan tersebut kembali dibangun. Ternyata itu hanyalah sekedar isu dan isapan jempol belaka.

Dan ternyata, hanya sedikit renovasi dan tambal jalan yang hanya menghabiskan anggaran tidak sampai Rp500 juta.

Sebegitu kah harga diri kami pak? Ataupun ini hanya dijadikan ladang pendapatan balas budi bapak kepada pengusaha agar saban tahunnya mendapatkan jatah proyek dari “cilet-cilet peulaken” di sepanjang Kecamatan Pasie Raya ini setiap tahunnya?. 

Sehingga bisa diulang pada tahun selanjutnya dan kami tetap sebagaimana biasanya menghirup debu dan menikmati lumpur.

Demikian pak surat ini. Besar harapan kami di sela-sela kesibukan bapak sebagai bupati dapat membaca surat ini. 

Penulis: Mauly Harisman

Anara

Komentar

Loading...