Warna-warni di Gayo Alas Art Carnival

Warna-warni di Gayo Alas Art Carnival
Salah satu kostum peserta karnaval | Ist

KBA.ONE, Takengon - Pawai budaya dalam rangka Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) berlangsung meriah di Takengon, Aceh Tengah, Ahad, 16 September 2018. Pawai budaya Gayo Alas yang melibatkan sekitar 500 peserta mewakili empat kabupaten itu berlangsung meriah. Keempat kabupaten itu adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

Para peserta memulai pawai tang bertajuk Gayo Alas Art Carnival itu dari depan Kantor Bupati Aceh Tengah. Beragam kreasi busana ditampilkan peserta yang melibatkan sejumlah siswa SD, SMP, SMA, dan SMK. Ada yang memakai baju adat, baju kreasi seperti kostum daur ulang, baju aktivitas sehari-hari, hingga kostum bernuansa kopi.

Peserta karnaval berjalan kaki mengelilingi Kota Takengon. Ikut ditampilkan juga menampilkan tari guel, seni didong, saman, bines, dan sejumlah kesenian khas Gayo. Warna-warni karnaval mengundang perhatian masyarakat maupun pengunjung GAMI Festival 2018. "Senang dan sengaja datang untuk bisa melihatnya, ada nampak (ditampilkan) pakaian adat. Semoga budaya Gayo bisa dikenal ke luar," ujar seorang pengunjung, Ema.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadis Parpora) Aceh Tengah, Khairuddin Yoes mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan kepada wisatawan tentang masyarakat Gayo yang hidupnya menyatu dengan lingkungan. "Itulah kondisi dan keadaan masyarakat kita di dataran tinggi Gayo," ujarnya.

Kombinasi antara alam, budaya, dan masyarakat yang ada saat ini, kata dia, harus tetap dipertahankan. Jika perlu, semua diperkenalkan hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. "Ini yang kita coba angkat karena untuk memperkenalkan semua lini seperti lingkungan, wisata pesona alam, seni dan budaya, adat istiadat, dari dataran tinggi Gayo Alas," ujarnya.

Mengenai konsep kopi, bahan baku minuman yang mendunia ini sudah menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat di Gayo. "Ini mungkin karena sebagian besar masyarakat kita hidupnya dari kopi. Membangun ekonomi masyarakat juga tidak terlepas dari kopi. Jadi sekarang Alhamdulillah kopi kita sudah dikenal secara lokal, nasional, maupun internasional," jelasnya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin melalui Kepala Bidang Pemasaran Rahmadhani mengatakan Gayo Alas Art Carnival merupakan salah satu dari sejumlah agenda GAMIFest 2018 di Takengon. Langkah ini diharapkan akan terus mendorong masyarakat dataran tinggi Gayo untuk mempertahankan adat, budaya serta hasil alam yang dimiliki. Sehingga akan terus menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke wilayah datarang tinggi Gayo. “Dataran tinggi Gayo yang kaya dengan seni, adat budaya dan hasil alam serta destinasi wisata perlu terus dipertahankan dan dipromosikan, termasuk mengembangkan pembangunan bidang sarana dan prasarana,” katanya.

Lebih lanjut, kata Rahmadhani, ada tiga unsur yang harus dipersiapkan dalam pengembangan wisata sehingga dikunjungi wisatawan. Yaitu, aksesibilitas (akses lokasi mudah dijangkau), amenitas (pelayanan) dan atraksi (daya jual). Pun demikian, dukungan masyarakat dan media lokal untuk kesuksesan Gayo Alas Mountain International Festival 2018 dengan ragam kegiatan menarik dan unik sangat diharapkan.[adv]

Komentar

Loading...