Wujud Toleransi, HAKKA Aceh Bagi Sembako Ramadan

Wujud Toleransi, HAKKA Aceh Bagi Sembako Ramadan
Warga mengantri untuk mendapatkan sembako ramadhan gratis dibagikan Yayasan HAKKA Aceh, Sabtu 26 Mei 2018. Foto: Biyan Nyak Jeumpa

KBA.ONE, Banda Aceh - Yayasan Hakka Aceh menyalurkan sembako ramadan untuk 2000 warga di empat kabupaten/kota di Aceh. Masing-masing di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Barat.

Sembako dibagikan kepada warga pra sejahtera dengan menukarkan kupon yang telah dibagikan panitia kepada warga. Sejak Sabtu ratusan warga dari Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar telah memadati halaman Yayasan Hakka untuk mengambil sembako yang dibagikan. Suasana sempat riuh manakala warga menerobos antrian.

“Ada juga yang mencoba antri tanpa memegang kupon dan petugas pun memberi pengertian kepada mereka. Petugas hanya memprioritaskan warga yang memegang kupon, karena kupon yang beredar sesuai jumlah sembako,” kata Kho Kie Siong, Ketua Yayasan Hakka Aceh, Sabtu 26 Mei 2018.

Pria yang akrab disapa Aky ini, mengatakan, pembagian tersebut merupakan tahun ketiga para keturunan etnis Tionghoa di Aceh melakukan kegiatan sosial keagamaan pada Bulan Ramadan. Bantuan terkumpul dari sumbangan anggota Yayasan Hakka Aceh yang tersebar di seluruh Indonesia yang merupakan warga asli Aceh.

"Mereka semua penduduk asli Aceh etnis Tionghoa yang menyisihkan sedikit harta untuk meringankan beban fakir miskian di Aceh sebagai bentuk kepedulian sesama manusia.Tahun lalu ada 1500 paket sedang tahun ini ada 2000 paket yang dibagikan," ujarnya.

Pembagian turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. Aminullah mengatakan pembagian sembako tersebut merupakan salah satu bukti warga Banda Aceh mampu hidup dengan penuh toleransi. Pembagian sembako tersebut lanjut Aminullah juga menjadi bukti Yayasan Hakka yang beranggotakan etnis Tionghoa memiliki hubungan baik dengan warga Banda Aceh dan Aceh secara umum.

“Kita apresiasi kegiatan dari teman-teman Hakka Aceh. Setiap tahunnya mereka konsisten menggelar kegiatan ini. Tidak ada konflik yang berlatar belakang agama disini (Banda Aceh). Hubungan warga Tionghoa dengan penganut lainnya harus kita jaga,” kata Walikota yang mengaku akan menjadi garda terdepan mengawal kerukunan umat beragama di Banda Aceh.

Kontributor : Biyan Nyka Jeumpa

Komentar

Loading...