Xanana: Tanpa Habibie Saya Cuma akan Jadi Penjual Es di Tebet

Xanana: Tanpa Habibie Saya Cuma akan Jadi Penjual Es di Tebet
Xanana Gusmao saat menyampaikan pidato tak lama setelah pernyataan kemerdekaan Timor Timur di Dili, 20 Mei 2002 | Foto: Cnnindonesia.com

KBA.ONE, Jakarta - Hubungan buruk Indonesia dengan Timor Leste beberapa waktu membuat kedua negara yang dulu sempat bersatu tersebut terpaksa harus berpisah. Namun nyatanya saat ini hubungan buruk tersebut sudah hilang dan malah Indonesia dan Timor Leste menjadi dua negara yang persahabatannya cukup kental di antara negara-negara ASEAN.

Melihat ke belakang, mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao menceritakan sekelumit catatan perjalanannya. Presiden Timor Leste pertama yang menjabat pada 2002 hingga 2007 itu menuturkan, Indonesia memiliki andil sangat besar yang akhirnya membuat Timor Leste benar-benar menjadi negara seperti sekarang.

"Saat itu tahun 2001 saya dipanggil oleh Pak SBY ( Susilo Bambang Yudhoyono) dan dia meminta agar saya menjadi presiden (Timor Leste) untuk lima tahun ke depan," ujar Xanana saat ditemui di Jakarta, ujar Xanana saat ditemui di Jakarta, Ahad malam (17/5).

"Pak SBY mengatakan itu mengatasnamakan militer Indonesia dan juga atas nama Pemerintah Indonesia," katanya.

Tak lupa, Xanana pun memberikan rasa terima kasihnya pada Presiden ke-3 Indonesia B.J. Habibie yang saat itu memberikan opsi kemerdekaan bagi Timor Leste. Padahal, keputusan tersebut mendapat banyak kecaman dan tentangan dari banyak pihak.

Namun bagi Xanana, keberanian Habibie tersebut akan menjadi keuntungan untuk masa yang akan datang. Menurutnya untuk mendapatkan sesuatu memang harus ada hal yang mereka korbankan.

"Tanpa keberanian dari Pak Habibie mungkin sekarang saya hanya akan menjadi penjual es batu di Tebet," kata Xanana sambil tertawa.

"Apa yang saya bikin hanya half of process, another half is Indonesian," ujarnya yang langsung mendapatkan tepuk tangan meriah dari para peserta.

Xanana pun meyakinkan diri jika persahabatan Indonesia-Timor Leste tidak akan membuat hubungan keduanya berubah seperti yang terjadi di Israel dan Palestina. Menurutnya kebencian yang sudah dipupuk dari kecil oleh anak muda Palestina terhadap Israel membuat hubungan keduanya sulit untuk membaik.

"Anak muda dan anak kecil jangan dibimbing untuk membenci. Kami ingin berubah dan harus bersatu agar meski negara kami kecil tapi kami kuat," ujar Xanana tegas.

Komentar

Loading...