Youtuber Potensi Besar Bagi Peningkatan Pendapatan Negara 

Youtuber Potensi Besar Bagi Peningkatan Pendapatan Negara 
Abdul Mufid. | Foto: Ist

Di era kehidupan yang serba canggih dan kemajuan teknologi berkembang begitu pesat, pertukaran informasi dengan sangat mudah tanpa mengenal batas-batas wilayah atau negara.

Hal ini didukung dengan berkembangnya internet sebagai sumber segala informasi apapun. Melalui akses internet kita bisa memperoleh informasi yang kita butuhkan dengan cepat dan lengkap.

Saat ini hampir semua orang mengenal aplikasi YouTube, baik dari kalangan anak-anak, remaja sampai orang tua. Selain karena kemudahan dalam pengoperasian aplikasinya, terdapat banyak sekali content video di YouTube yang dapat dinikmati oleh penggunanya. Berbagai jenis video dapat ditemukan di YouTube mulai dari video musik, video olahraga, video berita, video, video tentang agama, video cerita lucu, dan banyak video lainnya.

Pada awalnya orang-orang mengupload video ke kanal YouTube mungkin karena sekedar iseng atau menyalurkan hobi dan kreativitas saja. Tetapi seiring perkembangan zaman, saat ini para content creator (youtuber) akan mendapatkan uang berdasarkan seberapa banyak jumlah penonton yang melihat atau mengakses iklan di unggahan videonya. Sehingga semakin banyak penonton yang melihat atau mengakses iklannya, maka semakin besar pendapatan yang diperoleh  content creator dari YouTube.

Saat  ini Youtuber (content creator) menjadi sebuah pekerjaan yang diinginkan banyak orang, bahkan tidak sedikit anak-anak kecil zaman sekarang yang bercita-cita menjadi Youtuber. Sebuah survei dari Harris Polls dan Lego menemukan sepertiga anak-anak berusia 8 sampai 12 tahun memiliki cita-cita ingin berkarier sebagai vlogger atau YouTuber (liputan6.com, 2019).  Selain itu, cerita dari Fadila seorang anak dari Pekanbaru yang menyatakan bahwa cita-citanya ingin menjadi Youtuber, karena bila subscribernya banyak akan dapat menghasilkan uang (detikNews, 2017).

Beberapa media membahas peringkat penghasilan para youtuber berdasakan jumlah subscriber  maupun jumlah viewer. Saat ini youtuber Indonesia dengan penghasilan tertinggi  masih didominasi dari kalangan para artis dan presenter. Mengacu dari data Social Blade (kompas, 1 Agustus 2021) tercatat 5 youtuber Indonesia dengan penghasilan tertinggi yaitu: Deddy Corbuzier, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Rans Entertainment), Baim Wong dan Paula Verhoeven (Baim Paula), Atta Halilintar (AH), dan  Ria Ricis (Ricis Official).

Secara detail berikut daftar  5 youtuber Indonesia dengan penghasilan tertinggi sampai akhir Juli 2021 yaitu:

1. Deddy Corbuzier 

-  Jumlah subscribers: 15,2 juta 

-  Jumlah video yang diupload (akumulatif): 897 

- Jumlah penonton (akumulatif): 2,69 miliar 

royeksi pendapatan per bulan: 28.200 dollar AS-451.100 dollar AS (setara Rp 408,90 juta - Rp 6,54 miliar).

2. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Rans Entertainment)

-  Jumlah subscribers: 21 juta 

-  Jumlah video yang diupload (akumulatif): 2.283 

-  Jumlah penonton (akumulatif): 4,37 miliar 

Proyeksi pendapatan per bulan: 23.400 dollar AS-374.600 dollar AS (setara Rp 339,30 juta hingga Rp 5,43 miliar).

3. Baim Wong dan Paula Verhoeven (Baim Paula)

-  Jumlah subscribers: 19,1 juta 

-  Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1.461 

-  Jumlah penonton (akumulatif): 3,37 miliar 

Proyeksi pendapatan per bulan: 14.400 dollar AS-230.700 dollar AS (setara Rp 208,80 juta - Rp 3,35 miliar).

4.  Atta Halilintar (AH) 

-  Jumlah subscribers: 27,7 juta 

-  Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1.355 

-  Jumlah penonton (akumulatif): 3,40 miliar 

-  Proyeksi pendapatan per bulan: 9.700 dollar AS-154.700 dollar AS (setara Rp 140,65 juta - Rp 2,24 miliar).

5. Ria Ricis (Ricis Official)

-  Jumlah subscribers: 26,1 juta 

-  Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1.406 

-  Jumlah penonton (akumulatif): 3,89 miliar 

-  Proyeksi pendapatan per bulan: 8.300 dollar AS-133.400 dollar AS (setara Rp 120,35 juta - Rp 1,93 miliar).

Peringkat penghasilan youtuber sangat fluktuatif tergantung dari materi atau konten yang diupload sehingga menjadi viral. Semakin banyak konten yang viral secara otomatis meningkatkan pendapatan para youtuber. Selain 5 (lima) youtuber Indonesia dengan penghasilan yang fantastis, tentunya masih banyak sekali para youtuber di Indonesia dengan penghasilan yang jumlahnya besar dan diterima secara rutin dari YouTube. 

Melihat begitu besar penghasilan para youtuber yang diperoleh dengan menjadi sosial media influncer, hal ini merupakan potensi besar bagi pendapatan negara terutama melalui aspek perpajakan penghasilan para youtuber tersebut. Meskipun saat ini Kantor Pajak masih mengalami kesulitan untuk menggali informasi pendapatan para youtuber dengan cepat dan tepat. 

Upaya terus dilakukan oleh kementerian keuangan melalui direktorat jenderal pajak untuk menggali potensi perpajakan dari sumber sosial media. Hal ini diwujudkan dengan membangun sistem yang digunakan untuk memantau sosial media wajib pajak,  yang dikenal dengan nama SONETA atau Social Networks Analytics. Melalui aplikasi SONETA direktorat jenderal pajak dapat menyandingkan data PPh atau PPN dengan media sosial yang ada. Meskipun perlu kewaspadaan dari pegawai pajak dengan rajin mengawasi perkembangan social media influencer di tiap tiap platform media sosial.

Kondisi keuangan negara yang semakin tertekan dengan adanya pandemi covid-19 dan pendapatan negara dalam beberapa tahun terakhir tidak mencapai target sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah terutama dari sektor penerimaan perpajakan. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan dari sektor perpajakan.

Terobosan baru dengan menggali sumber perpajakan baru dan mengoptimalkan sumber perpajakan yang sudah ada terus dilakukan Pemerintah. Para youtuber yang memiliki penghasilan fantastis dan lumayan besar merupakan potensi besar untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak terutama pajak penghasilan. Sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya kita taat pajak dan berkontribusi nyata dalam membangun bangsa dan negara.

Tentunya bukan perkara yang mudah bagi direktorat jenderal pajak dalam rangka mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor pajak penghasilan para youtuber di Indonesia. Salah satu kedalayang dihadapi adalah tingkat kesadaraan dan ketaatan perpajakan yang berbeda-beda diantara para youtuber. Tetapi dengan dukungan dan sinergi dengan semua pihak terkait akan memudahkan usaha peningkatan pendapatan negara dari pajak penghasilan youtuber di Indonesia.

Tanggung jawab atas pendapatan negara bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua sebagai elemen negara. Semangat untuk Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh agar mewujudkan masyarakat yang merdeka, adil dan makmur.

Penulis : Abdul Mufid, PNS Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda

E-mail: abdul_mufid84@yahoo.co.id 

Anara

Komentar

Loading...