Zona Berubah Oranye, Objek Wisata di Aceh Tengah Masih Tutup

Zona Berubah Oranye, Objek Wisata di Aceh Tengah Masih Tutup
Zona Berubah Oranye, Objek Wisata di Aceh Tengah Masih Tutup. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Berdasarkan zonasi yang dikeluarkan Satgas Covid-19 pusat per tanggal 13 Juli 2021, Kabupaten Aceh Tengah berhasil keluar dari zona merah (risiko tinggi) menjadi zona oranye (risiko sedang).

Hal itu tentu menjadi kabar yang menggembirakan bagi semua pihak. Namun, tetap siaga dan berupaya agar Kabupaten Aceh Tengah tidak kembali ke zona merah, sehingga bisa keluar dari wabah yang mematikan itu.

Kasatpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tengah Syahrial Afri, mengatakan meskipun telah berubah zonasi penyebaran Covid-19, protokol kesehatan (prokes) tetap dijalankan dengan ketat sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Aceh Tengah nomor 2136 tahun 2021, yang mengatur tentang perpanjangan PPKM Mikro untuk pengendalian penyebaran Covid 19 di kabupaten berhawa sejuk itu.

"Di situ dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan PPKM Mikro, perlakuan untuk zona oranye diantaranya menutup tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Jadi untuk lokasi wisata masih tetap tutup," tegas Syahrial, 15 Juli 2021 malam.

Selain masih menutup tempat wisata, Syahrial meminta kepada seluruh pemilik usaha cafe dan restaurant agar membatasi aktivitas jam malam hingga pukul 22.00 WIB. "Razia akan selalu dilakukan oleh Satgas Covid Kabupaten Aceh Tengah,” tambah Syahrial.

Razia prokes yang dilakukan tim gabungan Kabupaten Aceh Tengah. Foto: KBA.ONE, Karmiadi

Pihaknya terus bergerak melakukan razia jam malam dilakukan oleh Tim gabungan Satgas Covid. Tim gabungan terdiri dari Satpol PP dan WH, Polres, dan Kodim 0106 Aceh Tengah. Ikut dalam razia tersebut Sekretaris Satpol PP dan WH Ariansyah, didampingi Kabid Perundang-undangan Hamdani dan PPNS Khusus Hidayat.

Di sela-sela kegiatan razia, Hidayat mengungkapkan sedikitnya tim gabungan telah menyegel tiga cafe, membubarkan empat mobil cafe, serta satu warnet karena melanggar prokes dan ketentuan jam malam.

"Sebagai efek jera, untuk mobil cafe dan warnet kita beri peringatan keras, sedangkan untuk cafe yang disegel kita beri sanksi dilarang beroperasi selama dua hari,” tutup Hidayat.

Tujuan dilakukan kegiatan itu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, semua pihak diminta tetap menerapkan prokes dengan cara memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan air mengalir, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.*

Komentar

Loading...